Kajian Tentang Petugas RCEP

🙂

Karena banyaknya komplen tentang RCEP baik mengenai kedatangannya yang sering terlambat, kemudian melakukan Check Out AO dosen yang tidak sesuai dengan waktu yang terjadwal, dan perihal mereka membukakan AO dosen secara beruntun yang tidak sesuai jamnya.

Disini saya akan memberikan report atau laporan mengenai Kajian Petugas RCEP atas banyaknya komplen tersebut.

1. Kedatangan Petugas RCEP shift 1 sering terlambat.

  • Hal ini mungkin memang karena kesalahan dari petugas RCEP nya, mungkin ini merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap uang transport RCEP yang selalu terlambat juga mereka dapatkan, bahkan bisa sampai 1 bulan lebih.
  • Petugas RCEP yang saya rekrut adalah bukan dari mahasiswa yang memang sedang butuh nilai atau Tridharma, karena mereka sudah memiliki sertifikat Tridharma dari semester sebelumnya, melainkan dari mahasiswa yang memang ikut RCEP karena uang transport nya. Hal ini saya akui mungkin memang kesalahan dari saya karena seharusnya yang saya rekrut adalah mahasiswa ynag memang sedang butuh nilai Tridharma, namun bukan tanpa alasan saya mengambil keputusan yang sebelumnya juga sudah didiskusikan dan ditanyakan ke pak Yusup. Sistem perekrutan Tridharma RCEP sebelumnya adalah dari mahasiswa IS iRaharja, namun sistem pembelajaran IS iRaharja sendiri saat ini telah berubah. Sebelumnya untuk mengikuti IS iRaharja, mahasiswa direkrut kurang lebih 1 bulan sebelum perkuliahan dimulai, dan Tridharma ditentukan pada saat itu juga. Namun sistem pembelajaran IS sekarang yaitu mahasiswa IS masuk berbarengan pada saat perkuliahan dimulai, sedangkan perekrutan petugas RCEP harus dilakukan minimal 1 bulan sebelum Perkuliahan dimulai, karena harus dilakukan pelatihan dan serah terima jabatan dari Petugas RCEP sebelumnya. Dan karena tugas Petugas RCEP adalah menyangkut AO dosen yang dimulia pada saat perkuliahan dimulai, sehingga tidak bisa jika direkrut pada saat perkuliahan dimulai. Mungkin bisa jika ada yang backup terlebih dahulu sebelum direkrut petugas RCEP nya.
  • Kemudian untuk mahasiswa IS iRaharja dan Bimbingan KKP/Skripsi yang ada point tentang mengikuti 1 Tridharma pada PO (Penilaian Objective) pembimbingnya, hampir semua diarahkan ke iDuHelp! , sehingga saya mencari mahasiswa untuk menjadi Petugas RCEP dengan berbagai status, ada yang sedang KKP, Skripsi, TA, atau bahkan ada yang sedang tidak menjalani itu semua yaitu mahasiswa biasa yang memang tertarik ikut RCEP karena ada Fee nya. Namun Fee nya sendiri selalu mereka terima terlambat dari yang seharusnya sehingga mungkin mereka merasa kecewa dan akhirnya berdampak pada hasil kinerjanya di RCEP.

2. Check Out AO dosen yang tidak sesuai atau melebihi jadwal sehingga ada mahasiswa yang absen padahal kelas sudah berakhir.

  • Perihal ini setelah dikaji baik dengan datang ke TKP langsung maupun ditanyakan kepada bagian-bagian terkait didapatkan informasi yaitu, pertama aturan awalnya adalah Petugas checkout AO dosen jika dosen sudah mengembalikan ISAP yang diambil, namun dari dosennya sendiri banyak yang mengembalikan ISAP tidak sesuai jadwal atau terlambat, setelah ditanyakan dan dicermati ternyata setelah selesai mengajar kebanyakan dosen tidak langsung datang ke RCEP untuk mengembalikan ISAP dan kostak Spidol melainkan keruanganya sendiri atau ke ruang ADM dosen atau DTYM. Sehingga petugas juga melakukan Checkout nya terlambat, karena sesuai dengan aturan dosen harus mengembalikan ISAP terlebih dahulu baru di Checkout AO nya.
  • Setelah terjadi banyaknya komplain, kemudian disosialisasikan aturan baru dari ADM dosen yaitu pak Wahyu, bahwa untuk checkout AO dosen harus dilakukan oleh petugas RCEP sesuai jadwal walaupun dosen belum mengembalikan ISAP. Saya juga sudah sosialisasikan perihal itu kepada mereka, namun keesokan harinya dan sampai sekarang masih ada komplain perihal ini dari pak Wahyu ADM, bahwa petugas RCEP terlambat checkout AO dosen selama 5 menit. Nah perihal ini setelah saya datang ke TKP dan mengamati, hal ini dikarenakan ada lebih dari 5 kelas yang harus dicheckout dengan waktu yang bersamaan, namun koneksi disana yang kurang lancar yang menyebabkan ada beberapa kelas yang di Checkout terlambat selama 5 menit atau lebih. Perihal ini saya juga sudah tanyakan apakah boleh jika petugas Checkout AO Dosen 5-10 menit sebelum kelas berakhir, supaya tidak ada yang terlambat di Checkout, namun jawaban dari pak Wahyu adalah dia sendiri tidak berani menerapkan peraturan itu. Dan belum ada solusi lagi dari pak Wahyu karena beliau belum diskusikan dengan pak Sugeng yang saat ini sedang ada rapat dengan pak Abas.

3. Petugas RCEP membukakan AO dosen secara beruntun yang tidak sesuai jamnya.

  • Perihal ini petugas RCEP lakukan bukan atas kemauannya sendiri, melainkan karena adanya request dari dosen yang bersangkutan untuk membukakan seluruh kelasnya dari pagi sampai malam, dengan alasan dosenya malas untuk turun lagi ke RCEP untuk buka kelas, jadi mereka ingin sekalian dibukakan kelasnya dan diambil semua ISAP nya.
  • Sudah diinfokan kepada pak Wahyu ADM perihal ini, beliau sebenernya paham dan tahu tentang ini. Solusi dari beliau adalah jika memang dosen tersebut request dibukakan seluruh kelasnya, jelaskan dengan baik kepada dosen tersebut bahwa yang boleh dibukakan adalah kelas pagi sampai siang saja, selebihnya yaitu kelas sore sampai malam dibukakan sesuai jamnya. Karena jika pagi sampai siang pak Wahyu masih bisa awasi, namun jika kelasnya malam tidak bisa diawasi karena sudah pulang.

Yang dapat saya simpulkan adalah bahwa untuk peraturan-peraturan baru tentang AO Dosen oleh Petugas RCEP ini mungkin sebaiknya harus ada himbauan juga untuk dosen-dosennya dari Akademik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dan menyebabkan petugas RCEP nya diomelin oleh dosen-dosen dan kajur sampai bahkan diminta untuk membuat surat pernyatan dan tanda tangan di surat tersebut, karena dianggap tidak punya hak membuat aturan-aturan baru tersebut, yang padahal aturan – aturan tersebut diberikan oleh bagian akademik dan petugas RCEP hanya menyampaikannya kepada dosen saja. Atau mungkin dibuatkan peraturan tertulis yang ditanda tangani oleh bagian akademik, sehingga membuat aturan itu kuat untuk dipatuhi oleh dosen-dosen.

Demikian yang dapat saya laporkan perihal RCEP saat ini.

Mohon maaf jika ada kesalahan baik dalam kata-kata maupun dalam pendapat yang saya sampaikan.

Terima kasih ^-^